Keunikan Wisata Coban Rondo yang terdapat di Malang

Coban Rondo adalah salah satu wisata air terjun yang ada di Kota Malang Jawa Timur. derasnya air terjun mengalir melalui sungai di area wisata ini menciptakan sebuah nuansa alami yang adem ayem dan juga nyaman. Dan juga tidak sedikit tebing yang tinggi dan pepohonan yang rindang. Dinginnya suhu udara di wisata Coban Rondo menjadi sensasi tersendiri untuk wisatawan yang hadir kesini.

Dilansir dari travelmalang.id, air terjun Coban Rondo menjadi pemandangan yang paling bagus, sehingga dapat dijadikan sebagai background selfie bagi anda yang senang mengabadikan momen saat berwisata. Baru-baru ini, di sana pun ada wahana baru, yakni taman labirin.

Air terjun coban rondo

Taman Labirin yang terletak di coban Rondo adalah salah satu spot yang sedang hits di Malang. Di lokasi taman ini anda bisa mencoba suasana baru dalam berwisata seperti menemukan pintu keluar yang cukup sulit untuk di temui, mengingat di Taman ini di kelilingi oleh Tanaman-tanaman atau rerumputan setinggi kurang lebih 2-3 meter yang berbentuk seperti tembok.

Lokasi Tempat wisata air terjun Coban Rondo terletak di Jalan Coban Rondo, desa Pandesari, kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jarak tempuh dari pusat kota Batu kurang lebih adalah 14 km, dan akses jalan menuju ke lokasi ini lumayan lancar. Hanya saja tidak sedikit tikungan tajam selama anda menuju ke Lokasi ini. Dan di samping jalan juga terdapat banyak jurang-jurang. Bila anda ke sana, maka anda harus lebih berhati-hati selama dalam perjalanan.

Legenda yang tersebar di kalangan masyarakat tentang coban rondo

Tersebutlah Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro yang jatuh cinta. Keduanya menyimpulkan untuk mengikat janji suci dalam pernikahan.

Selang beberapa hari menjadi pasangan suami-istri, Dewi Anjarwati menyuruh suaminya agar pergi ke tempat kediaman orang tua Raden Baron Kusumo yang ada di Gunung Anjasmoro.

Namun Niat dari sang Dewi ini dilawan oleh orangtua Dewi Anjarwati. Berdasarkan keterangan dari tradisi Jawa kuno, pasangan yang pengantin baru menikha dilarang bepergian sebelum umur pernikahan menjangkau masa selapan. Hal ini diyakini dapat mendatangkan kesialan untuk pasangan tersebut.

Tetapi dua-duanya tetap bersikeras pergi.Di tengah perjalanan, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo bertemu dengan Joko Lelono. Rupanya orang asing tersebut terpikat keelokan paras Dewi Anjarwati pada pandangan pertama. Akhirnya Joko Lelono menantang Raden Baron Kusumo berkelahi untuk memperebutkan Dewi Anjarwati. Sang istri diminta untuk menyembunyikan diri di balik air terjun sembari menantikan suaminya datang menjemput dirinya.

Tak disangka, Raden Baron Kusumo dan dan Joko Lelono sama-sama tewas dalam pertarungan. Janji Raden Baron Kusumo guna menjemput istrinya tak dapat dipenuhi. Tinggallah Dewi Anjarwati yang menjanda meratapi nasibnya di balik air terjun. Sehingga Air Terjun ini dinamai Coban Rondo atau Air Terjun Janda